Pagi sekali, ia masih terjaga. Seakan
cemas pada cahaya. Yang membelah
pandangannya menjadi dua; waktu yang
bergegas dan usia yang akan lepas
cemas pada cahaya. Yang membelah
pandangannya menjadi dua; waktu yang
bergegas dan usia yang akan lepas
Pikiran buruknya masih berserakan
disekitar alas tidurnya; disekitar kegundahan-
kegundahan. Yang selaksa malam belum
menjawab; rahasia daun yang gugur dan
rantingnya yang hilang
disekitar alas tidurnya; disekitar kegundahan-
kegundahan. Yang selaksa malam belum
menjawab; rahasia daun yang gugur dan
rantingnya yang hilang
Barangkali, ia telah abai pada
rauangan panjang yang tak terdengar
Jalan hambar sehabis hujan dan seseorang yang
Menghilang dibalik tikungan jalan
rauangan panjang yang tak terdengar
Jalan hambar sehabis hujan dan seseorang yang
Menghilang dibalik tikungan jalan
Apa yang masih berharga
Dari coretan dikertas buram
Selain kata dan makna yang dicatatnya?
Dan sisa tinta diujung pena yang belajar bicara
Dari coretan dikertas buram
Selain kata dan makna yang dicatatnya?
Dan sisa tinta diujung pena yang belajar bicara
Mengapa tak ia coba tinggalkan baris-baris
doa yang gugur dalam pelukan? Ketika ia
rindu kehangatan tuhan? Ketika ia masih percaya
harapan adalah jawaban tanpa bertanya kapan?
doa yang gugur dalam pelukan? Ketika ia
rindu kehangatan tuhan? Ketika ia masih percaya
harapan adalah jawaban tanpa bertanya kapan?
Dan di dua ratus angin shubuh yang dingin ini
ia sandingkan sebuah pinta; “Tuhan, jagalah alam
dan beberapa malamku yang kelam.”
ia sandingkan sebuah pinta; “Tuhan, jagalah alam
dan beberapa malamku yang kelam.”

0 komentar:
Posting Komentar