Selasa, 19 Agustus 2014

0 Sebuah Cara Menulis Sajak Cinta Kepada Engkau Putri Raja

Jika saja aku ini seorang sultan, maka ini
hanyalah sebuah cara menulis sajak cinta kepada
engkau, putri raja.

Akan kutulis dikertas-kertas tipisnya akan gunung
yang dipunggungi mentari serta merta pada camar bersayap
sepuluh senti. Tentang sebuah laut yang jauh, sebuah laut
didalam nadimu, dan membayangkan bagaimana debur ombak
yang dalam kesendiriannya menertawakan kita.

Akan kutulis bagaimana singgasana kubangun dipunggung-
punggung para pekerja yang didarahnya berceceran
kata-kataku padamu yang tersusun menjadi doa tentang
masa depan kita yang belum ada.

Dan juga akan kutulis tentang jauhnya pula rindu yang
diantara kita dan terutama pada kau yang benci pada
rindu yang mengingatkan kita tentang desir angin diluar
rumah yang sedikit ramah membiarkan kita berdua disofa.

Dan yang tak terlupa akan kutulis betapa indah matamu
yang menatap ku lekat-lekat yang padanya aku melihat
samudera biru pekat. Dan tentang betapa aku tak pernah
sempat mengatakan betapa kau begitu memikat.

Serta walaupun susah akan kutulis juga betapa aku benci
pada kenangan yang sehabis darah tak mampu aku hidupkan.

Jika saja aku ini memang seorang sultan, dan engkau
memang putri raja. Tentu saja sajak ini bukan sajak
yang ditulis fajri untuk masha.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Fajri Muhammad dan sedikit ke-"lebih"-annya Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates