Rabu, 15 Mei 2013

0 Bocah Kecil Menggeram

Hei bocah kecil
Lututmu mungil kerdil
Terlalu kecil untuk menggigil
Pulanglah, jangan takut pada itu bedil

Kau terlalu putih ketika dihempas trotoar
Ibu mu pergi, kenapa? Apa lupa pada jalan?
Ayah mu mati muda, kenapa? Apa malam terlalu kejam?
Pulanglah, tunggu saja disudut rumah

Sepintas kulihat dari seberang
Dibanting gitar kecilnya ke jalan
Muka geram bukan kepalang
Senja menghilang

0 Shubuh Buta

Shubuh masih buta
Dan menelungkup juga rimba masih kaku
Mata juga kaku

Lembab basah ini beriring dari mati
Berbisik diujung telinga, memekik tak ada cara

Aku menyeruak hilang dibalik kamar
Dihimpit dinding kelam saban malam
Aku tertunduk, riuh rendah nafas sayup sayup
Basah juga mata ini

Tuhan, adakah cara lain dari penghidupan?
Bintang ada, kenapa bulan masih gulita?
Dan kenapa ibu rela mati demi pekik kecil di pagi hari?

Seandainya shubuh buta adalah jawaban..

0 Ibu Harap Pada Dagangan

Burung camar lupa jalan ketika dingin meradang
Camar senang ketemu batang tinggi dipesiang
Ibu terdiam, camar hilang memeluk anak dalam sarang
Mati sekalipun tak berguna, kupeluk juga ini tiang
Ibu daganganmu masih banyak, anakmu minta pulang
 

Fajri Muhammad dan sedikit ke-"lebih"-annya Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates