Kamis, 01 Oktober 2015

0 Untuk Seseorang Bermata Indah Yang Kutemui Di Dua Hari Lalu

Tapi matamu, mata angin tenggara
Hanya mau dan mampu berkata
Pada sebuah cerita yang melemahkan getar dada

Tapi matamu, mata jendela taman kanak-kanak
Yang diayunannya kulihat awan berarak
Sementara hidupku padamu telah kalah telak

Tapi matamu, mata yang indah.
Jujur saja. Aku bisa lebih hilang lagi didalamnya.
Sebab padanya, hidup bertanya: "Akankah matamu buat ku saja, meski ku lemparkan perpisahan pada bait kata?"

0 Nama Dalam Sajak

Dalam cerita ini, tak ada laut. Juga bentangan pantai. Nanti saja, biar orang lain yang buatkan. Tapi, diakhirnya tentu harus dia bubuhkan nama Tuhan.

Karena pandangan adalah jangkar sajak yang membenam. Dan aku pernah benar-benar kau tenggelamkan. Sebagai jangkar dan kau sambungkan pada ingatan. Tapi, kau hanya benang layang-layang tanpa angin. Dan aku tak bisa menerbangkan apa-apa.

Sebelum hari ini, ada sebuah halaman tentang angan dan harapan. Dibawah pohonnya, bocah-bocah bermain masa depan. Tapi disitu, cintaku adalah buah yang busuk. Jatuh tak berbentuk.

Pada dinding rubuhnya, akan kusulam wajahmu. Sementara kita semakin jauh dari segala hal yang bisa ditempuh. Dan sepertinya, kita tidak bisa lebih sepakat tentang itu.

Tenanglah dimeja makanmu, dengan hidangan dan seseorang yang Tuhan kirimkan. Dan aku, dalam cerita ini, barangkali nantinya akan dikabarkan oleh angin atau cuaca buruk dari kumpulan impian-impian yang tak sempat jadi kenyataan.
 

Fajri Muhammad dan sedikit ke-"lebih"-annya Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates